Pemerintah akan memasukkan bahasa isyarat ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Rencana itu diungkapkan menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PMK Pratikno. Pratikno menerangkan, rencana itu dilakukan supaya setiap warga negara, baik anak-anak maupun tenaga profesional, bisa berkomunikasi dengan penyandang tunarungu. Menurut Eks Rektor UGM tersebut, kemampuan berbicara menggunakan bahasa isyarat tidak hanya penting untuk penyandang disabilitas tunarungu, tapi juga seluruh masyarakat. Ia juga menyinggung semangat Sumpah Pemuda yang mampu mempersatukan bangsa melalui satu bahasa. Semangat tersebut diharapkan bisa diadopsi dalam bahasa isyarat menjadi bahasa pemersatu komunikasi yang inklusif. (kompas-tbu)



