Pemerintah didorong memberikan kemudahan akses masyarakat dalam menjangkau lapangan kerja di luar negeri sebagai salah satu solusi dari kondisi membludaknya pencari kerja di Tanah Air. Namun menurut CEO Indonesia Business Council Sofyan Djalil, pekerja migran Indonesia terbilang relatif masih sedikit dibandingkan dengan negara lain. Dikutip dari data IBC, Jepang diperkirakan membuka pintu untuk pekerja migran sebanyak 820 ribu pada 2029, dimana Indonesia hanya mengambil porsi 12%, sementara pekerja Vietnam 59%. Menurutnya, untuk mengatasi hal itu, harus ada kerjasama dengan pemerintah, meng-advise terobosan dan lain-lain. Best practice yang berada di swasta bisa di-incorporate dalam kebijakan pemerintah. Menurut Sofyan, selama ini banyak aturan yang tidak sesuai tujuan awal. ( tbu )



