Kebijakan Moneter Singapura

Otoritas Moneter Singapura atau MAS memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya, setelah dua kali berturut-turut melakukan pelonggaran. Inflasi yang masih terkendali memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk mencermati dampak ekonomi dari tarif Amerika serikat, baik tahun ini maupun tahun depan. MAS, yang menggunakan nilai tukar sebagai instrumen utama kebijakan alih-alih suku bunga, menyatakan akan mempertahankan kemiringan, lebar, dan titik tengah dari pita kebijakan saat ini. Keputusan ini sejalan dengan prediksi 14 dari 19 ekonom yang disurvei Bloomberg. Meski perlambatan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini tampak tak terelakkan, proyeksi inflasi masih memiliki risiko dua arah. Jadi, keputusan untuk tidak mengubah kebijakan adalah langkah paling masuk akal

Author: Tomi Cokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *