Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Filipina, yang menetapkan tarif sebesar 19% atas ekspor negara tersebut ke Amerika Serikat. Trump sebelumnya menerapkan tarif 17% terhadap Filipina pada April 2025, tetapi kemudian menangguhkannya selama 90 hari guna memberi ruang bagi negosiasi. Awal bulan ini, dia sempat mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 20%. Selain itu, menurut Trump Amerika dan Filipina juga akan bekerja sama dalam bidang militer. Kesepakatan itu diumumkan Trump melalui media sosial setelah pertemuan langsung dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos junior. Trump menyebut kesepakatan itu sebagai wujud keterbukaan pasar dan kerja sama militer yang lebih erat antara kedua negara. Meski demikian, Trump tidak merinci lebih lanjut isi kesepakatan dagang tersebut. ( tbu )




