Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ESDM, mengungkap potensi tambahan investasi 100 triliun rupiah di sektor hilirisasi pada bulan November tahun ini. Investasi itu berasal dari proyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi yang digarap Indonesia Battery Corporation, bersama anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt, atau dikenal sebagai Proyek Titan. Kementerian ESDM memprediksi nilai investasi dari proyek tersebut sekitar 100 triliun, bukan seperti yang sempat diberitakan sejumlah media massa yang sebesar seribu 600 triliun rupiah. Selama ini, hilirisasi sektor pertambangan minerba makin diarahkan untuk pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik dengan nilai investasi mencapai 20 miliar dolar amerika. ( ben )




