Badan pengawas privasi Hong Kong sedang menyelidiki kebocoran data yang mempengaruhi sekitar 419 Ribu pelanggan Louis Vuitton, setelah brand mewah kitu mengalami serangkaian serangan siber di pasar-pasar utamanya. Data yang bocor dari para pelanggan di Hong Kong meliputi nama, nomor paspor, tanggal lahir, alamat, alamat email nomor telepon, riwayat belanja, dan preferensi produk. ( tbu )




