Dua pengusaha AMDK ldi Bali protes kebijakan Gubernur Wayan Koster

Kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster ke produsen air minum dalam kemasan AMDK untuk menghentikan produksi dan menjual air minum kemasan plastik berukuran dibawah satu liter kembali mendapat perlawanan. Dua pengusaha AMDK lokal di Bali minta Gubernur Koster tidak menjalankan kebijakan itu secara sepihak. Mereka menilai, kebijakan pelestarian lingkungan di Bali penting dan mendesak. Namun tidak boleh dijalankan sepihak tanpa mekanisme dialog dan perlindungan hukum bagi pelaku usaha lokal. Solusi yang diajukan seharusnya fokus pada sistem pengelolaan sampah plastik bukan pada kemasan plastik yang diproduksi. Selain itu, alih-alih melarang AMDK dibawah 1 liter, pemprov juga seharusnya melarang semua produk berbungkus plastik agar adil, seperti minyak goreng, gula, kopi dan permen itu pakai plastik semua. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *