Riset Check Point Research atau CPR yang dilakukan tahun lalu menunjukan banyaknya malware berbahaya di ponsel pintar Android secara global, termasuk di Indonesia. CPR mengidentifikasi beberapa aktor yang mengancam keamanan ponsel Android menggunakan Rafel, atau software open-source bersifat remote, RAT. Penemuan Malware yang memata-matai pengguna melalui sistem Rafel dalam melancarkan aksinya terpantau tumbuh signifikan. Menurut temuan CPR, sampel dari Android RAT pada 120 server pengontrol menemukan ada beberapa negara yang menjadi target serangan paling besar, mencakup Indonesia, Amerika Serikat, dan Tiongkok, seperti terungkap dalam laman resmi CPR, yang dirilis Kamis 10 Juli 2025. (cnbc/ben)




