Penjualan e-commerce, Amazon dot com, pada periode diskon musim panas, Prime Day 2025 anjlok 41 persen dibanding penyelenggaraan tahun lalu, seperti dilaporkan Momentum Commerce Selasa 8 Juli waktu Amerika. Penurunan tetap terjadi, meski Amazon telah menambahkan durasi Prime Day dari semula 2 menjadi 4 hari. Acara tahunan Amazon tersebut menjadi sinyal terkait sentimen negative konsumen, khususnya sejak perang dagang Presiden Donald Trump membayangi prospek ekonomi Amerika. Pasalnya, tarik ulur penetapan tarif hingga 145 persen untuk impor produk asing, membuat seller sulit untuk menentukan harga penjualan produknya di e-commerce. ( ben )




