Tiongkok telah menyetujui lisensi ekspor sementara untuk memasok mineral tanah jarang bagi produsen mobil terkemuka Amerika Serikat, seperti dilaporkan Reuters, Jumat 6 Juni 2025 waktu setempat. Meski demikian, tidak di rinci bahan apa yang tercakup dalam lisensi tersebut, dan setidaknya beberapa di antaranya berlaku selama enam bulan. Pembatasan Tiongkok terhadap ekspor tanah jarang, sebagai sumber utama bahan baku otomotif, menimbulkan risiko bagi rantai pasokan produsen mobil global, seperti General Motors, Ford Motor, dan produsen Jeep Stellantis NV. Disebutkan pemasok tanah jarang memperoleh izin sejak Senin 2 Juni lalu, untuk Kembali mengekspor. Kondisi itu membuat Harga saham Ford, Stellantis, dan GM menguat di bursa New York.




