Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak menampik perihal keberadaan pertambangan nikel di wilayah Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Namun Bahlil menegaskan, wilayah pertambangan nikel di Pulau Gag yang dikelola oleh PT GAG Nikel terpaut jarak hingga 30 kilometer dari pusat pariwisata di Pulau Piaynemo, Raja Ampat. Menurutnya, wilayah Raja Ampat itu banyak kota konservasi, banyak pulau-pulau yang untuk pariwisata, tapi juga ada pulau-pulau yang memang ada pertambangan. Bahlil mengungkapkan, sejatinya ada 5 Izin Usaha Pertambangan di Kepulauan Raja Ampat namun yang baru beroperasi saat ini hanya satu tambang yakni PT GAG Nikel. Menanggapi ramainya operasi tambang di wilayah pariwisata yang dinilai harus dilindungi itu, Bahlil memutuskan untuk menghentikan sementara waktu operasional pertambangan nikel yang ada di Raja Ampat. Hal itu sambil pihaknya melakukan verifikasi langsung di lokasi penambangan.




