Organisation Economic Cooperation and Development OECD memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi hanya 4,7% pada tahun ini dan 4,8% tahun depan. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan Maret lalu yang sebesar 4,9% pada 2025 dan 5% pada 2026. Menurut OECD, melemahnya sentimen dunia usaha dan konsumen baru-baru ini akibat ketidakpastian kebijakan fiskal dan tingginya biaya pinjaman akan menekan konsumsi swasta dan investasi pada paruh pertama tahun 2025. OECD pun memperkirakan inflasi akan meningkat menjadi 2,3% pada tahun 2025 dan 3% pada 2026, akibat depresiasi mata uang baru-baru ini secara bertahap memengaruhi harga domestik. Sementara itu, defisit transaksi berjalan diperkirakan akan melebar sedikit, tetapi penurunan lebih lanjut dalam harga komoditas dapat memperburuk hal ini. ( tbu )



