Gubernur Jakarta Pramono Anung menginstruksikan agar rumah sakit yang akan dibangun di Jakarta menggunakan nama tokoh-tokoh Betawi. Tujuannya, untuk mengangkat budaya Betawi sebagai identitas utama Ibu Kota. Pramono menekankan, penguatan budaya Betawi mestinya tidak hanya sebatas formalitas, tetapi harus diimplementasikan secara nyata di lapangan. Untuk itu, pada Agustus mendatang, Pramono berencana mengadakan lomba penataan batas-batas wilayah administratif seperti kecamatan, kota, dan kabupaten di Jakarta dengan menonjolkan ornamen budaya Betawi. Ia juga mendorong semua pihak turut membantu menyelesaikan pembentukan lembaga adat Betawi yang saat ini tengah dalam tahap perancangan. (kompas-tbu)




