Bank Indonesia memperkirakan, ketidakpastian keuangan dan perekonomian global semakin buruk akibat kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, ketidakpastian tersebut semakin diperparah oleh adanya balasan tarif atau retaliasi oleh Tiongkok, yang kemungkinan diikuti sejumlah negara lain. Kondisi itu, akan mendorong fragmentasi ketidakpastian perekonomian dan keuangan global semakin tinggi, serta menurunnya volume perdagangan dunia. BI memperkirakan, perekonomian dunia diproyeksikan hanya akan tumbuh 2,9 persen, atau turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,2 persen. Penurunan tersebut, sejalan dengan penurunan di Amerika dan Tiongkok. ( ben )




