Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin 24 Maret mengumumkan, tarif otomotif akan segera diberlakukan, sekaligus mengisyaratkan tidak semua tarif akan diberlakukan mulai tanggal 2 April, serta beberapa negara mungkin mendapat pengecualian. Pernyataan itu diterima oleh bursa Wall Street sebagai sinyal fleksibilitas di tengah kekhawatiran pasar. Pada saat yang sama, Presiden Trump memperluas perang dagang global dengan mengenakan tarif sekunder sebesar 25 persen terhadap negara mana pun yang membeli minyak atau gas dari Venezuela. Laporan Bloomberg dan The Wall Street Journal menunjukkan, Presiden Trump kemungkinan akan mempersempit cakupan tarif yang sebelumnya diumumkan, dengan kemungkinan penundaan tarif di sektor tertentu. ( ben )




