Hampir 1500 orang telah ditahan saat melakukan unjuk rasa untuk memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, rival politik utama Presiden Recep Tayyip Erdogan. Gelombang unjuk rasa terbesar di Turki dalam lebih dari satu dekade ini pecah pekan lalu setelah Imamoglu ditangkap atas tuduhan korupsi oleh pengadilan. Para pendukung oposisi mengecam tindakan itu sebagai langkah politik Erdogan untuk menjegal lawan politiknya yang digadang-gadang akan berpartisipasi dalam pemilu 2028. Pemerintah Turkiye merespons aksi demonstrasi ini dengan tindakan represi yang memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan komunitas internasional. Dalam hal ini, pihak berwenang tidak hanya menargetkan demonstran, tetapi juga jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa. ( tbu )




