Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia, GINSI, mengungkap pelaku usaha importasi mengkhawatirkan kondisi pelemahan nilai rupiah terhadap dolar amerika, dan ketidakpastian ekonomi. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat GINSI, Subandi mengatakan, gejolak turun naiknya nilai rupiah belakangan ini sulit untuk diantisipasi. kondisi tersebut, membuat seluruh komoditas terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, mulai dari bahan baku, barang modal, maupun barang konsumsi. Akibatnya, Pelaku usaha hanya bisa menyiasati dengan mengurangi volume impor, sampai nantinya nilai tukar rupiah berada di batas wajar dan bisa ditoleransi. Meski demikian, berkurangnya volume impor bahan bahan baku di pastikan berdampak pada kinerja produksi dan profitabilitas usaha. ( ben )




