Raksasa ritel mode asal Amerika Serikat, Forever 21 selangkah lagi bakal menutup operasionalnya setelah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Forever 21 pernah menjadi favorit wanita muda di seluruh dunia, namun belakangan perusahaan harus berjuang menarik pelanggan ditengah lonjakan harga dan meningkatnya popularitas belanja online. Perusahaan mengajukan kebangkrutan untuk pertama kalinya pada tahun 2019, tetapi sekelompok investor akhirnya membeli Forever 21 melalui usaha patungan. Pihak Forever 21 mengaku bakal melakukan penjualan likuidasi di tokonya, bahkan sebagian atau seluruh asetnya akan dijual dalam proses yang diawasi pengadilan. Jika penjualan berhasil, Perusahaan dapat berputar dari penghentian operasi secara penuh. ( tbu )




