Perundingan upah tahunan yang berakhir pada pekan kedua bulan Maret 2025 di Jepang menunjukan, banyak perusahaan besar Jepang memenuhi tuntutan serikat pekerja secara penuh. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan di Jepang sepakat untuk menaikkan gaji lebih dari 5 persen secara rata-rata pada tahun ini, serta menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga dekade. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, telah meminta otoritas terkait untuk mencari cara mendorong kenaikan gaji bagi para pekerja, termasuk di sektor transportasi. Kenaikan gaji yang besar dianggap penting untuk mengimbangi lonjakan biaya hidup akibat inflasi. Perusahaan-perusahaan Jepang yang meraup keuntungan besar dari pelemahan yen juga berupaya mempertahankan tenaga kerja di tengah kondisi kekurangan pekerja. (kontan/ben)



