Presiden Argentina, Javier Milei, menolak tuduhan telah mempromosikan token kontroversial Libra yang nilainya anjlok drastis setelah sempat mengalami lonjakan awal. Kontroversi ini memicu tuntutan hukum terhadap Javier Milei atas dugaan penipuan, sekaligus seruan untuk pemakzulan dari jabatan Presiden. Sebelumnya, Libra token kripto berbasis Solana dari proyek Libertad, sempat mencapai kapitalisasi pasar sebesar 4,5 miliar dolar amerika pada tanggal 14 Februari 2025, setelah Presiden Milei membuat unggahan tentang Libra di media sosial Twitter-X. Namun lantaran postingan itu di hapus, nilai token Libra langsung anjlok 94 persen. (kontan/ben)




