Pengelola dana pensiun terbesar di Eropa, Stichting Pensioenfonds ABP, membuat langkah kontroversial dengan menjual seluruh kepemilikannya atas saham Tesla selama kuartal ketiga 2024. Keputusan itu menuai polemik lantaran terjadi sebelum saham Tesla mencapai rekor tertingginya pasca Pemilu Presiden Amerika di akhir tahun 2024. tercatat, pemegang saham Tesla sebelumnya menyetujui paket gaji senilai 56 miliar dolar amerika untuk Elon Musk, yang dianggap sebagai salah satu kesepakatan pembayaran terbesar dalam sejarah. Kondisi itu mendorong Stichting ABP sebagai pemilik sekitar 2,8 juta saham Tesla senilai 585 juta dolar amerika, memutuskan untuk menjual seluruh kepemilikannya. (kontan/ben)




