Asosiasi Produsen Serat dan benang Filament Indonesia memaparkan sebanyak 60 perusahaan tekstil dalam negeri mengalami guncangan bisnis dalam 2 tahun terakhir. Ketua Umum Apsyfi Redma Gita Wiraswasta mengatakan, 34 perusahaan menutup usahanya dan menghentikan operasional pabrik, lalu 26 perusahaan lainnya menempuh jalur PHK, merumahkan pekerja hingga relokasi. Menurutnya, proyeksi bisnis industri tekstil dan produk tekstil masih akan terpuruk jika Pemerintah masih tidak mau mengendalikan impor dan memberantas importasi ilegal. Redma mengatakan hingga kini, 250 ribu karyawan telah diPHK akibat industri TPT terseok-seok dalam waktu yang lama. ( tbu )




