Saham maskapai penerbangan murah Korea Selatan, Jeju Air, rontok mencapai rekor terendahnya Senin 30 Desember ini, pasca kecelakaan pesawat yang menewaskan 179 orang penumpangnya. Saham Jeju Air ambles 15,7 persen di awal sesi perdagangan menjadi 6 ribu 920 won, terendah sejak terdaftar pada tahun 2015. Penurunan saham pada hari Senin pagi menghapus kapitalisasi pasar Jeju Air sebanyak 95,7 miliar won. Kecelakaan pada hari Minggu di Bandara Internasional Muan adalah penerbangan fatal pertama bagi Jeju Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang didirikan pada tahun 2005 dan maskapai penerbangan terbesar ketiga di negara itu berdasarkan jumlah penumpang. ( ben )




