Anggaran belanja presiden terpilih Donald Trump gagal disahkan hari Kamis 19 Desember kemarin, lantaran 38 anggota Partai Republik menentang rancangan undang-undang belanja pemerintah. Rancangan undang-undang belanja Donald Trump ini hanya mendapat dukungan 174 suara, lebih rendah dari barisan penolak dengan 235 suara. Padahal Trump mendesak anggaran agar disetujui sebelum dirinya menjabat pada 20 Januari 2025. Kondisi itu mendorong potensi terjadinya government shutdown atau penutupan aktifitas pemerintahan. Rancangan undang-undang atau RUU tersebut gagal di sahkan serta menunjukkan adanya perpecahan yang signifikan di dalam Partai Republik. Ketegangan ini mengindikasikan potensi konflik di masa depan ketika partai Republik mengendalikan white house melalui kepemimpinan Donald Trump berikut kedua majelis Kongres, mulai tanggal 20 Januari mendatang. ( ben )



