Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Mandey mengatakan, para pengusaha ritel tidak setuju dengan rencana kenaikan PPN sebesar 12 persen. Sehingga Aprindo mengusulkan agar rencana kenaikan itu ditunda dalam satu hingga dua tahun mendatang. Menurutnya, apalagi pemerintah mengangkat program-program barunya. Sekarang yang diperlukan minimal daya belinya bisa kembali dulu. Roy menegaskan, dipemerintahan yang baru ini pengusaha ritel memiliki harapan kondisi ekonomi menjadi lebih baik. Sehingga pengurangan ekspansi yang dialami pengusaha ritel tidak berlanjut. Roy Mandey mengatakan, produktivitas industri retail nasional biasanya mengalami puncaknya pada momen Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. ( tbu )




