Direktur Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengumumkan Poltracking Indonesia keluar dari Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia atau Persepi. Keputusan ini dibuat usai Poltracking dijatuhkan sanksi tidak diizinkan mempublikasikan hasil survei tanpa mendapatkan persetujuan dan pemeriksaan data oleh dewan etik Persepi imbas beda hasil survei di Pilkada Jakarta 2024. Masduri mengatakan Poltracking sudah cukup bersabar dengan dinamika internal organisasi selama 10 tahun bersama Persepi. Ia menilai Dewan Etik Persepi tidak adil dalam menjelaskan tentang perbedaan hasil antara LSI dan Poltracking di Pilkada Jakarta 2024. Masduri menyoroti Persepi hanya menjelaskan pemeriksaan metode dan implementasi dari LSI dapat dianalisis dengan baik. Tapi tidak dijelaskan bagaimana dan kenapa metode dan implementasinya dapat dianalisis dengan baik.( tbu )




