Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, AEKI, meyakini kinerja ekspor kopi masih tumbuh positif pada sisa tahun ini. Data Badan Pusat Statistik menunjukan, ekspor kopi Arabica asal Indonesia tanpa dipanggang dan masih mengandung kafein pada 8 bulan pertama 2024, nilainya mencapai 352,6 juta dolar amerika, naik 39,4 persen secara tahunan. Sementara Ekspor kopi robusta mengandung kafein tanpa dipanggang, naik 34 persen secara tahunan menjadi 468,5 juta dolar amerika. Tercatat, ekspor kopi Indonesia mayoritas di tujukan ke negara-negara tradisional seperti Jepang, Malaysia, Mesir, Jerman, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa Timur. ( ben )




