Amerika Serikat menanggapi langkah Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mengubah doktrin senjata nuklir negaranya, ditengah makin memanasnya hubungan kedua negara adidaya, akibat perang di Ukraina. Sebelumnya, Presiden Putin memasukkan klausul yang mengizinkan senjata nuklir Rusia digunakan untuk membalas setiap serangan ke wilayahnya, bahkan oleh negara non-nuklir. Dengan demikian, setiap agresi ke Rusia oleh negara barat pemilik senjata nuklir, maupun non-nuklir dengan partisipasi atau dukungan negara nuklir dapat dianggap sebagai serangan bersama dan melewati ambang batas. Perubahan itu mencakup serangan Ukraina yang menembus ke dalam Rusia dengan pasokan senjata dari Amerika, Inggris, atau Perancis. Menteri Luar Negeri Amerika, Antony Blinken menyatakan, Peringatan Presiden Vladimir Putin untuk memperbarui doktrin nuklir nasionalnya tidak bertanggung jawab. (cnbc/ben)




