Anggota BRICS, Tiongkok, mengambil keuntungan penuh dari sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia dengan mendorong yuan untuk penyelesaian perdagangan. Menteri Keuangan Amerika serikat Janet Yellen mengakui sanksi-sanksi itu hanya membantu mata uang lokal dan merugikan dolar. Sanksi-sanksi itulah yang membuat aliansi BRICS mempertimbangkan melakukan dedolarisasi dengan menggunakan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas. Tiongkok sudah berhasil dalam upayanya, lantaran yuan telah mengungguli dolar Amerika sebagai mata uang yang paling banyak diperdagangkan di Rusia. Pemerintahan Xi Jinping tidak meninggalkan satu langkah pun dalam meyakinkan Rusia untuk menerima yuan untuk semua pembayaran perdagangan.




