Pemerintah Filipina telah memerintahkan tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan perjudian online untuk segera meninggalkan negara itu dalam waktu dua bulan. Putusan itu ditegaskan oleh biro imigrasi Filipina hari Rabu 24 Juli, menyusul keputusan Presiden Ferdinand Marcos Junior untuk memberantas perusahaan judi online di negaranya. Sebelumnya, Presiden Marcos Junior melarang Operator Permainan Lepas Pantai Filipina, POGO, lantaran di duga terkait dengan kejahatan, perdagangan manusia, dan penipuan keuangan, serta memberikan waktu kepada perusahaan judi untuk menutup bisnisnya hingga akhir tahun ini. Imigrasi Filipina mengatakan, sekitar 200 pekerja asing perjudian memiliki waktu 59 hari untuk meninggalkan negaranya. ( ben )



