Emiten Bank Rakyat Indonesia pada semester pertama 2024 meraih laba bersih konsolidasi sebesar 29,7 triliun rupiah, atau tumbuh tipis sekitar 0,95 persen secara tahunan. kinerja laba bersih yang tumbuh tipis dipengaruhi oleh biaya impairment yang naik hingga 52,2 persen menjadi 21,3 triliun rupiah. Meski demikian, BRI mampu mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 6,69 persen menjadi 69.9 triliun rupiah, sehingga mampu menopang laba bersihnya. Dari sisi fungsi intermediasi, BRI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 11,2 persen, menjadi sekitar seribu 336,7 triliun rupiah. ( ben )



