Emiten kawasan Industri, Jababeka, menargetkan pelunasan hutang senilai 100 juta dolar amerika, atau hampir separuh dari total utang perseroan yang sebesar 280 juta dolar pada tahun ini. Founder sekaligus Direktur Utama Jababeka, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, hutang tersebut merupakan Obligasi dan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank Mandiri Persero. Untuk membayar utang tersebut, perseroan akan melakukan penjualan aset tanah seluas 500 hektar di Kawasan Industri Jababeka. Tercatat, saat ini Jababeka memiliki land bank atau cadangan lahan dikawasan Cikarang seluas 5 ribu 600 hektar. ( ben )



