ERA booming penjualan e-commerce di Tiongkok tampaknya sudah berakhir. Perlambatan ekonomi negeri asal kungfu ini telah membuat merana para vendor platform belanja online. Para vendor tengah berjuang untuk bertahan hidup di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan e-commerce, inflasi tinggi, dan perang harga yang tiada hentinya. Platform e-commerce besar seperti Alibaba dan JD dot com telah mengurangi margin keuntungan bagi seller. Padahal, sudah ribuan usaha kecil bergabung pada e-commerce itu selama satu dekade booming e-commerce yang dimulai pada 2013. Di masa jayanya, e-commerce mampu mencatatkan nilai transaksi penjualan barang 12 triliun yuan per tahun, atau menyumbang 27 persen dari total penjualan ritel. Data Euromonitor menunjukkan, transaksi penjualan e-commerce tidak akan lagi bisa tumbuh dua digit dengan kondisi ekonomi yang melambat saat ini. ( tbu )



