Bursa Efek Indonesia menegaskan hingga hari ini belum ada laporan Anggota Bursa yang terdampak serangan ransomware terhadap server Pusat Data Nasional sementara di Surabaya. Divisi Perdagangan Dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia menegaskan, data-data AB atau anggota bursa, sejauh ini masih aman terlindungi. Sebelumnya, Badan Siber dan Sandi Negara, atau BSSN mengungkapkan, gangguan terhadap Pusat Data Nasional diakibatkan oleh serangan siber, dimana pelaku menggunakan malware dan meminta tebusan hingga 8 juta dolar amerika. Adapun serangan siber dilakukan menggunakan varian ransomware brain chipher atau brain 3 poin 0. ( ben )




