Badan Siber dan Sandi Negara, atau BSSN menyatakan, belum ditemukan terjadinya kebocoran data terkait aksi penyerangan ransomware atas Pusat Data Nasional Sementara di Surabaya. Menurut BSSN, sampai saat ini proses penyelidikan dan forensic masih berjalan, dan belum ditemukan indikasi kebocoran data atau traffic data keluar dalam jumlah besar, pasca serangan yang berdampak kepada layanan data 282 lembaga pemerintahan. Meski demikian, BSSN juga belum bisa memastikan 100 persen tidak terjadi kebocoran data, lantaran proses penyelidikan dan forensic masih berlangsung serta belum final. ( ben )




