BlackBerry sepanjang kuartal pertama tahun ini mencatatkan pendapatan 144 juta dolar amerika, atau 2,36 triliun rupiah. Angka ini melampaui perkiraan rata-rata analis yang hanya 134,1 juta dolar amerika. BlackBerry menyediakan layanan keamanan siber dan perlindungan data untuk perusahaan dan pemerintah. Peningkatan permintaan layanan keamanan siber terjadi sebagai respons atas serangkaian serangan di industri beberapa bulan terakhir. Meski belanja teknologi mengalami perlambatan, peretasan tingkat tinggi memaksa perusahaan dan lembaga pemerintah meningkatkan belanja keamanan siber mereka untuk melindungi data dari peretas dan malware. Hal ini akhirnya meningkatkan permintaan terhadap perusahaan keamanan siber seperti BlackBerry. Disisi lain, BlackBerry melaporkan kerugian bersih 3 sen per saham untuk kuartal yang berakhir 31 Mei, lebih rendah dibandingkan perkiraan rata-rata analis 4 sen per saham. ( tbu )




