Eramet dan BASF

Perusahaan tambang asal Perancis, Eramet, berikut mitranya asal Jerman, BASF, tanggal 24 Juni kemarin memutuskan pembatalan proyek investasi bersama senilai 2,6 miliar dolar amerika, di kompleks pemurnian nikel-kobalt Weda Bay, Indonesia. Meski demikian, Eramet akan terus mengevaluasi potensi investasi dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia. Kemenko maritim dan investasi menyebutkan, pembatalan investasi Eramet dan BASF di Weda Bay, besar kemungkinan di dorong oleh besarnya minat pengembangan fasilitas high pressure acid leach atau HPAL, yang sudah masuk pipeline, termasuk dari perusahaan-perusahaan asal Tiongkok. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *