Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN mengungkapkan, gangguan di Pusat Dana Nasional terjadi akibat serangan siber, dimana pelaku menggunakan malware dan meminta tebusan 8 juta dolar amerika. Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan Pusat Data Nasional down akibat serangan siber ransomware brain chipher atau brain 3.0. Untuk itu, BSSN, Kemenkominfo dan Telkomsigma masih terus berusaha untuk memulihkan seluruh layanan, termasuk untuk memecahkan enkripsi yang membuat data di Pusat Data Nasional tak bisa diakses. Sampai saat ini, Telkomsigma sebagai pengelola bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas di dalam dan luar negeri masih melakukan penyelidikan atas tindakan penyanderaan data ini. ( ben )




