Lebih dari 15 ribu pengemudi yang bertugas mengantarkan paket Amazon mengajukan tuntutan hukum yang meminta kompensasi atas lembur dan upah yang belum dibayar. Mereka menuding raksasa e-commerce itu mengkategorikan mereka sebagai kontraktor independen, bukan sebagai karyawan. Amazon meluncurkan Amazon Flex pada 2015 yang memungkinkan kontraktor independen mendaftar untuk menjadi pengirim paket Amazon. Pengemudi bebas mengatur jadwal pengiriman paket Amazon Fresh atau bisa juga pada hari yang sama dari pusat gudang perusahaan. Kurir dari California, Massachusetts, dan Illinois tak hanya meminta kompensasi atas lembur dan upah yang belum dibayar, tetapi juga biaya pengganti untuk jarak tempuh dan penggunaan telepon seluler. Pengacara kasus tersebut, Steven Tindall, mengatakan undang-undang tentang kesalahan klasifikasi karyawan terlihat sangat jelas di Amerika Serikat. (cnn-tbu)




