Waskita Karya mencatatkan rugi bersih senilai 3,7 triliun rupiah pada akhir 2023. Capaian itu membengkak lebih dari 98 persen dibandingkan rugi tahun 2022. Alhasil rugi per saham dasar WSKT kian tergerus menjadi 130,8 rupiah per saham, dari semula 65,8 rupiah per saham. Kondisi ini berlangsung sejalan penurunan pendapatan usaha 28 persen menjadi 10,9 triliun rupiah. Segmen jasa konstruksi dan properti menjadi penyumbang penurunan, sementara penjualan precast dan pendapatan jalan tol justru meningkat. Dua kontrak terbesarnya berasal dari Kementerian PUPR dan Badan Pengelola Jalan Tol – PT Waskita Sriwijaya Tol. ( tbu )




