Perekonomian Jepang mengalami kontraksi pada kuartal pertama 2024, akibat melemahnya konsumsi swasta dan permintaan eksternal. Kondisi itu menjadi tantangan baru bagi para pembuat kebijakan ketika bank sentral berupaya menaikkan suku bunga menjauh dari tingkat mendekati nol persen. Data awal produk domestik bruto atau PDB dari Kantor Kabinet pada hari Kamis 16 MeiĀ ini menunjukkan, perekonomian Jepang menyusut 2 persen secara tahunan pada periode Januari sampai Maret dibanding kuartal sebelumnya. angka itu lebih tinggi ketimbang proyeksi dalam jajak pendapat para ekonom Reuters yang sebesar 1,5 persen. ( ben )




