Bank Indonesia sedang melakukan monitoring dampak, berbagai konflik geopolitik yang tengah terjadi di dunia terhadap Indonesia. Bank Sentral mengungkapkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah hingga Laut Caina Selatan, berpotensi memberi dampak kepada rantai pasok global, dan akhirnya pada inflasi dari jalur inflasi impor atau imported inflation. Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan hingga saat ini, belum ada dampak nyata dari kondisi geopolitik global kepada Indonesia. Menurut BI, dampak konflik yang terjadi akan relatif terbatas, namun, apabila konflik dan gangguan berlangsung persisten dan berkepanjangan, akan mengakibatkan dampak yang permanen, mengingat, konflik tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik di dunia. (kontan/ben)




