Penjualan peritel di Inggris mengalami penurunan terbesar selama hampir tiga tahun pada Desember. Ini meningkatkan risiko perekonomian Inggris memasuki resesi pada kuartal keempat. Kantor Statistik Nasional Inggris mengungkapkan, volume penjualan ritel susut 3 koma 2 persen di Desember. Ini penurunan terbesar sejak Januari 2021. Angka ini lebih buruk dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yaitu turun 0 koma 5 persen. Penjualan ritel akan mengurangi 0 koma 04 poin persentase dari output ekonomi Inggris pada kuartal keempat. Di kuartal ketiga, perekonomian Inggris terkontraksi 0 koma 1 persen. Performa penjualan toko makanan sangat buruk dan mengalami penurunan paling tajam sejak Mei 2021, lantaran belanja Natal yang lebih awal menyebabkan penjualan di Desember melambat. Ini juga menjadi bukti konsumen telah menimbun makanan dan hadiah natal di November. (kontan-tbu)




