Tiongkok sedang mempertimbangkan penerbitan utang baru melalui obligasi spesial sebesar 1 triliun yuan atau senilai 139 miliar dolar amerika, setara 2.174 triliun rupiah. Rencana stimulus ini menjadi penjualan keempat selama 26 tahun terakhir. Rencana penjualan obligasi spesial ultra long tersebut sedang dibahas oleh para pembuat kebijakan. Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi itu untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan pangan, energi, rantai pasokan, dan urbanisasi. Sebelumnya, penjualan obligasi seperti ini jarang terjadi. Pertimbangan itu dilakukan Presiden Xi Jinping sebagai langkah membangun perekonomian negara yang terus goyah sejak pandemi covid-19 lalu. Tekanan deflasi yang terus terjadi, krisis properti dalam negeri, dan lemahnya permintaan dalam negeri sehingga semakin membebani pertumbuhan ekonomi. (detik-tbu)




