Aktor Vin Diesel dari franchise Fast and Furious telah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh mantan asistennya dalam sebuah gugatan yang diajukan kemarin waktu setempat. Insiden tersebut diduga terjadi selama pembuatan film Fast Five pada 2010, menurut gugatan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Vanity Fair. Asta Jonasson yang merupakan korban mengatakan bahwa sang aktor memaksa berbuat tak senonoh pada dirinya ketika ia bekerja sebagai asistennya. Beberapa jam setelah dugaan penyerangan itu, dia dipecat. Jonasson menggugat sang aktor, perusahaan produksinya dan saudara perempuannya, yang bekerja sebagai presiden One Race Productions, atas dugaan diskriminasi berbasis gender, lingkungan kerja yang tidak bersahabat, pembalasan dendam, dan pemecatan yang tidak semestinya. Pengacara Jonasson mengatakan gugatan kliennya bertujuan meminta pertanggungjawaban Diesel dan mereka yang menutup-nutupi pelecehan seksual yang dialaminya. (kompas-tbu)




