Kepemilikan investor asing diperkirakan meningkat di surat utang atau obligasi pada tahun depan, meneruskan tren 2023. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan penurunan tingkat suku bunga The Fed memberikan potensi penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Ketika penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia terjadi, maka imbal hasil obligasi turun dan harga obligasi naik. Hal ini menurut Nico memberikan potensi kenaikkan harga obligasi tatkala tingkat suku bunga akan diturunkan. Saat ini porsi kepemilikan asing masih berada dikisaran 15 persen. Dengan sentimen itu, porsi kepemilikan asing berpotensi untuk mencapai 15 setengah sampai 16 persen secara persentase pada 2024. Nico juga meyakini sejauh ini obligasi Indonesia merupakan obligasi paling menarik nomor 3 setelah Pakistan dan India di Asia Pasifik. ( tbu )




