Perang Israel dan Hamas

Perang yang terjadi antara Israel dengan Hamas, berdampak signifikan pada bisnis Starbucks. Nilai kapitalisasi pasar Starbucks menguap 12 miliar dolar amerika, atau setara 186,87 triliun rupiah dalam sebulan terakhir. Penjualan dilaporkan melambat ditengah ketatnya dompet konsumen dan meningkatnya perselisihan tenaga kerja. Bahkan ada yang berspekulasi rantai gerai kopi tersebut terkena dampak boikot terkait perang Israel-Gaza. Mengutip data penjualan dari analis JPMorgan, investor semakin khawatir konsumen akan enggan membeli minuman mahal selama musim liburan ketika anggaran semakin ketat. Ini mengisyaratkan “perlambatan material” di Starbucks pada bulan November. Meskipun menghasilkan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dari perkiraan sebesar 8 persen pada kuartal fiskal keempat, harga saham kedai kopi tersebut telah melambat dari minggu ke minggu, mengikuti tren di industri makanan ringan dan kopi. (kontan-tbu)

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *