Laporan IDC menunjukkan, Pasar Ponsel Pintar Indonesia kembali bangkit setelah sempat melandai selama delapan kuartal terakhir, serta mencatatkan pertumbuhan positif 8,8 persen pada kuartal ketiga 2023. Pada periode itu, pabrikan ponsel Tiongkok, Oppo, menempati posisi pertama pasar Handphone Indonesia dengan market share 20,1 persen serta mengkapalkan 1,8 juta unit smartphone. Disusul oleh Samsung di posisi kedua dengan market share 16,3 persen. Sementara posisi ketiga diisi oleh merek Tiongkok, Transsion, dengan market share 15,6 persen. Merek yang menaungi Infinix, Tecno, dan iTel itu berhasil mengalahkan merek besar lain seperti Xiaomi dan Vivo yang kini ada di posisi keempat dan kelima. Transsion naik ke posisi ketiga lantaran mendominasi segmen HP di rentang harga kurang dari 3 juta rupiah melalui sub-mereknya, Infinix dan iTel. (cnbc/ben)



