Korea Utara

Korea Utara mengumumkan niatnya untuk mengerahkan angkatan bersenjata yang lebih kuat dan senjata baru di perbatasannya dengan Korea Selatan. Keputusan ini diambil sehari setelah Korea Selatan menangguhkan sebagian perjanjian militer tahun 2018 antara kedua negara sebagai respons terhadap peluncuran rudal dari Pyongyang yang berasal dari satelit mata-mata. Kementerian Pertahanan Korea Utara menyatakan komitmennya untuk mengembalikan semua tindakan militer yang telah dihentikan berdasarkan perjanjian dengan Korea Selatan. Peluncuran satelit pada hari Selasa merupakan upaya ketiga Korea Utara tahun ini, mengikuti dua percobaan sebelumnya yang gagal. Peluncuran ini juga menjadi tindak lanjut dari pertemuan antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dimana Putin berjanji mendukung Pyongyang dalam membangun satelit. (kontan-tbu)

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *