Bakrieland Development selama semester pertama tahun ini mencatatkan rugi bersih 7,8 miliar rupiah, atau membengkak 177 persen dibanding periode sama tahun lalu. Meski demikian, pendapatan Bakrieland pada periode itu, naik 31 persen menjadi 968 miliar rupiah. Pendapatan Bakrieland ditopang oleh segmen penjualan tanah, rumah, dan apartemen yang meningkat 81 persen menjadi 237 miliar rupiah. Sementara pendapatan dari sewa dan pengelolaan perkantoran naik 22 persen mencapai 427 miliar rupiah. Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok Bakrieland juga mengalami kenaikan 32 persen menjadi 624 miliar rupiah. ( tbu )




